FENOMENA KESURUPAN/ ABREKSI

FENOMENA KESURUPAN/ ABREAKSI.



Sebuah kondisi di mana muatan emosi dari pikiran bawah sadar meluap / meledak keluar dalam bentuk ucapan atau perilaku tertentu (Orang awam bilang, Kesurupan). Ada abreaksi yang sifatnya “keras” di mana luapan emosi ini keluar dengan begitu deras dan subjek menangis, berteriak, memukul, meninju, meremas, mengeram, mencakar, dan bahkan menendang. Ada juga abreaksi yang sifatnya “lunak” di mana klien hanya menangis perlahan.


Walau perilaku abreaksi berbeda namun yang terjadi setelah abreaksi umumnya adalah suyet merasakan kelegaan atau plong. Ini yang disebut dengan katarsis.


Abreaksi juga bisa digunakan sebagai teknik Therapy dan “Penemuan” abreaksi sebagai teknik terapi secara tidak sengaja terjadi saat Jospeh Breuer (1842-1925), sejawat dan kolega Sigmund Freud, menangani pasiennya.


Fenomena Abreaksi ini bisa digunakan untuk membantu marqi dan marqiyah belajar dan meniru orang-orang yang dikaguminya, sehingga hanya dalam beberapa menit saja, mereka sudah mampu menunjukan hal yang sangat mirip, seperti Gaya, Gerakan, Penggunaan Kata2, Suara, Energi, dan lainnya yang mirip sekali seperti yang suyet bayangkan dan ketahui..(Seperti halnya orang kesurupan yg berubah suara dan karakter)


Para pe ruqyah yang berpengalaman dan yang sudah beratus2 kali meruqyah, umumnya sudah pernah mendapati Klien yang ABREAKSI...


Dan biasanya,,pada pengalaman pertama..

Munculah rasa Panik dan sebagainya,,yang kadang membuat keadaan memanas..(Apalagi buat para NewBie)


Berikut ini ada tips untuk mengatasi abreaksi yang bisa anda lakukan :


1. Abreaksi adalah hal yang biasa dalam hypnosis dan biasanya hanya muncul pada beberapa kasus tertentu saja, jadi jangan takut atau panik… anda malah bisa gunakan respons tersebut untuk mendapatkan informasi tentang penyebab permasalahan marqi dan marqiyah. 


2. Jika terjadi Abreaksi, pertahankan sikap yang tenang, karena begitu anda panik,marqi dan marqiyah  ikut menjadi panik.


3. Dianjurkan untuk tidak marqi dan marqiyah     ketika muncul Abreaksi, karena sentuhan bisa menciptakan jangkar emosi (Anchor), sehingga nantinya, setiap kali orang menyentuh tempat yang sama, akan memunculkan reaksi seperti ini lagi.


4. Berikan sugesti “sekarang kejadian yang anda alami mulai kabur dan hilang dari ingatan anda… fokus kembali pada nafas anda… gandakan relaksasi anda… sehingga sekarang anda menjadi jauh lebih tenang… lebih nyaman… dan lebih damai..”, jika perlu ulangi sugesti tersebut bekali kali hingga marqi dan marqiyah menjadi tenang kembali.


5. Begitu marqi dan marqiyah kembali tenang, anda boleh bangunkan atau lanjutkan dengan sesi anda.


6. Anda bisa juga menanamkan sebuah jangkar emosi “Tempat Kedamaian” sebelum memasukkan  marqi dan marqiyah ke deep trance, sehingga seandainya terjadi Abreaksi, dengan cepat anda bisa menenangkan marqi dan marqiyahhanya dengan mengembalikan marqi dan marqiyahke tempat kedamaiannya.


Dan Agar dapat menghasilkan efek terapeutik yang permanen maka beberapa syarat berikut perlu dipenuhi:


1. abreaksi harus dilakukan di kejadian paling awal dari rangkaian kejadian yang mengakibatkan munculnya gangguan emosi dan perilaku.


2. abreaksi harus dilakukan secara tuntas dan menyeluruh sehingga semua emosi yang terkandung di dalam memori kejadian awal lepas semuanya.


3. klien perlu dibantu untuk bisa mendapatkan pemaknaan atau hikmah dari kejadian yang dulunya ia alami.


4. perlu dilakukan rekonstruksi memori sehingga yang tersimpan di pikiran bawah sadar marqi dan marqiyah , usai terapi, adalah memori positif dan menyenangkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Dimensi Yang Harus Ada

Ruqyah Bid'ah