FENOMENA KESURUPAN/ ABREAKSI. Sebuah kondisi di mana muatan emosi dari pikiran bawah sadar meluap / meledak keluar dalam bentuk ucapan atau perilaku tertentu (Orang awam bilang, Kesurupan). Ada abreaksi yang sifatnya “keras” di mana luapan emosi ini keluar dengan begitu deras dan subjek menangis, berteriak, memukul, meninju, meremas, mengeram, mencakar, dan bahkan menendang. Ada juga abreaksi yang sifatnya “lunak” di mana klien hanya menangis perlahan. Walau perilaku abreaksi berbeda namun yang terjadi setelah abreaksi umumnya adalah suyet merasakan kelegaan atau plong. Ini yang disebut dengan katarsis. Abreaksi juga bisa digunakan sebagai teknik Therapy dan “Penemuan” abreaksi sebagai teknik terapi secara tidak sengaja terjadi saat Jospeh Breuer (1842-1925), sejawat dan kolega Sigmund Freud, menangani pasiennya. Fenomena Abreaksi ini bisa digunakan untuk membantu marqi dan marqiyah belajar dan meniru orang-orang yang dikaguminya, sehingga hanya dalam beberapa menit saja, mereka sudah ...
4 dimensi yg harus ada dan kuat dalam kehidupan, kalau hal ini hilang atau kurang maka akan terjadi keguncangan dalam kehidupan 1. Biologis / kebutuhan primer, makan, minum, pakaian, rumah dan pasangan ( jika sdh waktunya) 2. Sosial/ interaksi atau hubungan satu dg yang lainnya smpai pd masyarakat. Bagaimana dia bergaul dg keluarga, tetangga dan orang-orang dalam lingkungan sekitarnya, ini juga harus baik. 3. Psikis / Pikiran, hati perasaan terdidik dan terlatih, agar bijak dan dewasa yg akirnya bisa dewasa dan bijàksana 4. Spiritual / agama, ibadahnya. krn dalam agama ada penerimaan taqdir, menerima apa adanya dr Gusti Allah, ada memaafkan, ada tawakkal ( berserah diri pada Allah, ada taubat ( menerima kesalahan shg mohon maaf jika pada antar manusia, bertaubat jika antara pada tuhannya), ada bersyukur ( menampakkan yg baik dan mengabaikan yg buruk) ada optimis ( pantang menyerah) jika ke 4 ini harus ada dan seimba...
*DOA, IBADAH, RUQYAH dan BID’AH* (Mengukur daya pikir wahabi dengan hujjah dan logika wahabi) *(Al-Katibiy)* Bid’ah versi Salafi : هي العبادة المحدثة التي ماجاء بها الشرع وكل بدعة ضلالة _“ Yaitu ibadah yang baru yang tidak sesuai syare’at. Dan semua bid’ah itu sesat “_(syaikh Ibnu Baz) التعبد لله تعالى بما لم يشرعه الله وبما ليس عليه النبي صلى الله عليه وسلم ولا خلفاءه الراشدون _“ Cara ibadah kepada Allah Ta’ala yang tidak disyare’atkan oleh Allah dan tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para khalifahnya “._ (syaikh Ibnu Utsaimin) Bid’ah versi Aswaja : الْمُحْدَثَاتُ مِنَ الأُمُورِ ضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : مَا أُحْدِثَ يُخَالِفُ كِتَابًا , أَوْ سَنَةً , أَوْ أَثَرًا , أَوْ إِجْمَاعًا , فَهَذِهِ لَبِدْعَةُ الضَّلالَةِ . وَالثَّانِيةُ : مَا أُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ لا خِلافَ فِيهِ لِوَاحِدٍ مِنْ هَذَا , فَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُومَةٍ _“ Hal baru terbagi menjadi dua, pertama apa yang bertentangan dengan Al Quran, Sunah, atsar, dan ijma, maka inil...
Komentar
Posting Komentar